Gindonadapdap's Blog

Just another WordPress.com weblog

Limbah PT. Socfindo Bangun Bandar Rusak Sawah Petani

Puluhan warga Dusun II Desa Aras Panjang, Kecamatan Dolok Masihul, Kabupaten Serdang Bedagaii (Sergai) mengeluh. Pasalnya limbah dari Pabrik Kelapa Sawit (PKS) PT. Socfindo Bangun Bandar, telah mencemari areal persawahan mereka. Keluhan itu disampaikan warga kepada para anggota DPRD Sumut, H. Andjar Amri, SH dan Sofyan Sukri Lubis, Kamis (19/3), disela peninjuan kelokasi sawah yang terendam limbah pabrik tersebut.

Menurut Samadi (58) ketua kelompok tani Cisadane Sudah 4 tahun lebih limbah pabrik PT Scofindo Bangun Bandar mencemari areal persawahan warga. Mereka yang hidup dari hasil pertanian dengan menanam padi. Hasil tanamannya tidak pernah tumbuh. Dikatakannya “bila kami pertanyakan permasalahan itu ke manejemen Socfindo, selalu punya seribu alasan untuk menghindari permasalahan. Pihak sudah lama mengangkangi hak-hak kami selaku warga yang bermata pencarian sebagai petani,” kalau sudah tempat mata pencarian kami terganggu, kemana lagi kami akan mencari makan “paparnya

Sedangkan HR. M. Syafi’i yang akrab dipanggil “Romo”, disela kunjungannya menuturkan, Hendaknya pihak PT Socfindo Bangun Bandar, bekerja secara profesional, apabila lokasi penampungan limbah industri yang dihasilkan dari Pabrik TP Scofindo itu, belum memadai, lebih baik produksi dikurangi. “Jangan karena untuk mengambil hasil yang banyak, tapi tidak menghiraukan lingkungan, sehingga rakyat yang dirugikan, itu yang tidak benar. Karena apa yang dikeluhkan warga ini jelas kesalahan pihak PT scofindo,”

Sementara itu, salah seorang ibu rumah tangga ibu Asmah Sitorus (45), harapannya untuk menghasilkan padi dari tanah yang disewanya “pupus”lah sudah, limbah Pabrik Pengolahan Kelapa Sawit (PKS) dari PT. Socfindo Bangun Bandar setebal 20 cm telah menimbun tanah yang sudah 3 (tiga) bulan dikerjakannya.

Peristiwa ini terjadi di desa Bantan, Kecamatan Dolok Masihul pada hari Jumat (12/3/2009), limbah Perusahaan Kelapa Sawit Bocor dan menimbun lahan pertanian Asmah Sitorus, limbah ini juga merusak bibit padi yang sudah disemai dan berumur 1 (satu) bulan ini. “tanah ini tidak bisa lagi ditanami, bibit padi yang sudah disemai pun sudah layu” tutur ibu asmah yang menggantungkan hidupnya dari sawah ini.

Kajud (51), Ketua Kelompok tani Cisadane, yang ikut membantu perjuangan petani korban limbah PKS Socfindo Bangun Bandar mengatakan bahwa pertentangan antara Petani dan pihak perusahaan PT. Socfindo bangun bandar sudah sering terjadi, peristiwa terkahir tahun 2006, Kelompok tani melakukan Protes kepada pihak perusahaan karena penutupan “jalan panen” petani, karena menyulitkan petani yang harus memutar jalan sejauh 3 km menuju persawahan mereka. Heri Utomo, perwakilan pihak perusahaan pada saat itu menjanjikan akan membuka jalan untuk petani, tetapi sudah 3 (tiga) tahun berlalu, Pihak Perusahaan tidak menepati janjinya.

Penampungan limbah PKS PT. Socfindo Bangun Bandar yang terletak di pinggir jalan Tebing Tinggi – Dolok Masihul (Km 18) berbatasan dengn daerah pertanian dan perumahan penduduk di Desa Bantan dan Desa laras Panjang.

Ali Maskur Sitorus (45), penduduk desa laras Panjang mengatakan Limbah PKS tersebut sangat mengganggu masyarakat. “kalau hujan uap limbah membuat bau busuk dan sesak, karena jarak dengan rumah hanya 200 meter, air sumur bor di desa menjadi berwarna dan berbau”, tutus Ali. (doloks)

May 30, 2009 - Posted by | Uncategorized

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: